Pentingnya Untuk Memahami Fungsi Marka Jalan Sebelum Berkendara

Marka Jalan – Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahkan sejak kita masih menduduki bangku kelas sekolah dasar, aturan adalah sesuatu yang wajib kita taati. Namun sayangnya, keterbatasan ilmu dan juga krisis moral yang telah terjadi menjadikan kita buta akan pentingnya menaati peraturan.
Sama halnya ketika kita sedang berkendara, haruslah kita menaati peraturan yang ada di jalan demi menjunjung tinggi keselamatan semua pengguna jalan dalam berkendara, entah itu bagi kendaraan beroda dua mapun empat, berbagai aturan pun telah ditetapkan. Hal tersebut tak lain hanya demi keselamatan kita bersama semata.

Walaupun aturan-aturan tersebut telah didesain sedemikian rupa agar dapat diterapkan dengan mudah dan tentunya mengandung manfaat bagi para penggunanya, tapi tetap saja, masih banyak pengendara yang belum memahami aturan main di jalan raya.
Salah satu aturan yang telah ditetapkan adalah marka jalan. Marka jalan merupakan sebuah petunjuk yang terletak pada permukaan jalan. Bentuk marka jalan antara lain adalah garis membujur, garis melintang, garis serong, atau bisa pula berbentuk tanda lainnya.
Walaupun tiap jenis marka yang ada memiliki makna yang berbeda, namun pada intinya semua marka memiliki sebuah kesamaan fungsi.Yaitu fungsinya adalah untuk mengarahkan arus lalu lintas di jalanan serta membatasi daerah kepentingan lalu lintas.

A. Jenis-Jenis Marka Jalan

Marka jalan yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 tahun 2014 ini dapat digolongkan menjadi beberapa jenis dalam artian luas yang di setiap jenisnya terbagi lagi menjadi beberapa sub bagian. Berikut pembahasan singkatnya.

Marka garis membujur berarti lurus sejajar dengan arah jalanan. Marka jalan membujur ini kemudian terhubung dengan marka melintang yang berfungsi untuk membatasi daerah parkir yang berada pada sisi jalanan.
Marka jalan membujur ini terbagi lagi menjadi beberapa sub bagian. Sub bagian tersebut antara lain ialah marka putus-putus yang terdiri dari garis putus-putus, marka utuh yang terbentuk dari garis lurus sempurna, marka putus-putus menjelang utuh, serta marka garis ganda yang terdiri dari 2 buah garis, baik campuran antara putus-putus dengan utuh, maupun 2 buah garis yang sama-sama utuh.

Baca Juga : SELALU PERHATIKAN GARIS MARKA JALAN !

1. Marka Garis Membujur Putus-Putus

Sesuai dengan namanya, marka garis membujur putus-putus terdiri dari sebuah garis lurus membujur yang terputus-putus. Marka garis membujur putus-putus ini berada di tengah jalan mengikuti arah jalanan dan berwarna putih atau kuning.

Sedangkan untuk fungsinya sendiri, selain berfungsi sebagai sarana untuk mengarahkan arus lalu lintas, marka ini jenis ini juga berfungsi untuk memperingatkan bahwa akan ada marka utuh di depan.

Pengemudi kendaraan, baik roda dua maupun empat diperbolehkan untuk melintas di atas marka garis membujur putus-putus ini. Contohnya ketika pengemudi ingin mengambil jalur kanan untuk mendahului kendaraan yang ada di depannya.

2. Marka Garis Membujur Utuh (Tidak Terputus-Putus)

Marka garis membujur utuh atau disebut juga sebagai marka utuh ini terbentuk berdasarkan sebuah garis lurus membujur yang utuh atau tidak terputus-putus. Terletak di tengah atau di sisi jalan sebagai pembatas. Warnanya pun bisa berupa kuning atau putih.
Marka garis membujur utuh ini juga berfungsi sebagai pengarah arus lalu lintas di jalan raya. Namun tak seperti marka putus-putus, marka garis membujur utuh ini tidak boleh dilintasi, termasuk untuk mendahului.
Hal tersebut dikarenakan marka jalan ini biasanya terletak pada daerah-daerah yang dirasa berbahaya atau rawan terjadi kecelakaan. Misalnya seperti di jembatan, tanjakan, turunan, tikungan, bahu jalan, dan lain sebagainya.

3. Marka Putus-Putus Menjelang Utuh

Marka putus-putus menjelang utuh sebenarnya adalah pertemuan ujung kedua jenis marka di atas, yakni marka garis membujur putus-putus serta marka garis membujur utuh (tidak terputus).

Selama masih berada di wilayah marka garis membujur putus-putus, maka pengemudi masih diperkenankan untuk melintasinya atau mendahului kendaraan yang berada di depannya jika kondisi memungkinkan.

Namun, bila sudah memasuki wilayah marka garis membujur utuh atau tidak terputus, maka seluruh pengemudi kendaraan dilarang untuk melintasi marka garis ini atau mendahului kendaraan yang ada di depannya.

4. Marka Garis Ganda : Putus-Putus dan Utuh

Marka garis ganda putus-putus dan utuh adalah marka jalan yang terdiri dari garis putus-putus dan garis utuh yang bersampingan. Dalam kata lain, dalam sebuah jalanan terdiri atas dua buah marka garis, yakni garis putus-putus dan garis utuh.

Dibuat menjadi dua buah garis karena kedua sisi jalan membutuhkan pengaturan marka jalan yang berbeda. Marka yang wajib ditaati adalah marka yang paling dekat dengan posisi pengguna jalan.

Pengemudi yang berada pada sisi marka garis putus-putus diperbolehkan untuk melintasi marka jalan tersebut. Sedangkan pengemudi yang berada pada sisi marka garis utuh tidak diperbolehkan untuk melintasi marka jalan tersebut.

5. Marka Garis Ganda : Dua Garis Utuh

Marka garis ganda jenis ini hampir serupa dengan marka garis ganda utuh dan putus-putus karena terdiri dari dua buah. Hanya saja marka jenis ini hanya terdiri dari garis membujur yang utuh dan tidak terputus.

Fungsi dari marka garis ganda dengan dua garis utuh ini hampir serupa dengan marka garis membujur utuh. Pengemudi dilarang melintasi marka jalan jenis ini, baik pengemudi yang berada di sisi kanan jalan maupun pengemudi yang berada di sisi sebelah kiri jalan.

Baca Juga : Macam – Macam Garis Marka Jalan dan Artinya

Marka Garis Melintang

Jika marka membujur adalah marka yang dibuat sejajar dengan sumbu jalan raya, maka marka melintang kebalikannya. Marka garis melintang adalah marka yang dibuat tegak lurus dengan sumbu jalan raya.

Gunanya sebagai garis tanda peringatan berhenti atau menurunkan kecepatan kendaraan untuk beberapa waktu. Selain itu, marka garis melintang ini juga berguna untuk menguatkan fungsi dari lampu lalu lintas atau rambu lalu lintas yang ada di sekitarnya.

Marka jalan melintang ini sering kali dapat kita temukan pada persimpangan jalan 2 arah, marka melintang pada persimpangan jalan searah dengan 2 jalur, marka melintang pada persimpangan jalan searah dengan 3 jalur, marka melintang pada zebra cross, dan beberapa tempat lainnya.

Marka jalan melintang dapat dikelompokkan menjadi dua jenis marka melintang berdasarkan keutuhan garisnya. Kedua jenis marka jalan melintang tersebut antara lain yakni marka garis melintang utuh (tidak terputus) dan marka garis melintang putus-putus.

1. Marka Garis Melintang Utuh (Tidak Terputus)

Sesuai dengan namanya, marka garis melintang utuh adalah jenis marka melintang yang terdiri dari sebuah garis utuh tak terputus dan dibuat tegak lurus dengan sumbu jalan raya atau marka garis membujur.

Fungsi dari marka garis melintang utuh ini adalah menguatkan fungsi dari rambu lalu lintas stop atau lampu lalu lintas (Traffic Light) sekaligus berfungsi sebagai tanda pembatas berhenti kendaraan.

Marka garis melintang utuh tentu sering kali ditemukan di jalanan. Biasanya, marka garis melintang utuh diletakkan di tempat-tempat yang mengharuskan kendaraan untuk berhenti sejenak, misalnya zebra cross, perlintasan kereta api, lampu lalu lintas, dan lain sebagainya.

2. Marka Garis Melintang Putus-Putus

Sedikit berbeda dengan marka garis melintang utuh, marka garis melintang putus-putus ini adalah jenis marka garis melintang yang terbentuk berdasarkan garis putus-putus dengan posisi tegak lurus dengan sumbu jalan raya.

Untuk fungsinya sendiri, marka garis melintang putus-putus ini berfungsi sebagai garis tanda berhenti kendaraan ketika mengutamakan kendaraan lain melaju lebih dahulu atau untuk memperkuat fungsi rambu hati-hati (segitiga terbalik tanpa lambang).

MARKA SERONG

Berbeda dengan marka membujur maupun marka melintang, marka serong merupakan marka jalan yang berbentuk garis utus dan sedikit menyerong. Fungsi dari marka serong adalah sebagai pembatas wilayah jalan yang tidak termasuk jalur lalu lintas pada jalanan.

MARKA LAMBANG

Yang terakhir adalah marka lambang. Marka lambang ini memiliki arti tersendiri dengan tujuan menunjukkan perintah, larangan, ataupun peringatan akan situasi jalan. Marka lambang ini juga merupakan sebuah penegasan dari rambu-rambu lalu lintas lainnya yang telah ada di sekitarnya.

Pembagian sub bagian yang pertama dari marka lambang adalah marka panah. Sesuai dengan namanya, marka lambang jenis ini berbentuk panah yang menunjukan arah yang dapat dilalui dari sebuah jalanan.

Ada pula jenis marka lambang yang berbentuk sebuah tulisan yang menegaskan kondisi dari sebuah jalanan. Marka lambang jenis ini dinamakan marka tulisan. Salah satu contohnya adalah marka tulisan pada zona selamat sekolah.

Selain marka panah dan marka tulisan, ada pula marka lambang yang berfungsi sebagai tanda ruang berhenti bagi kendaraan bermotor roda dua. Marka lambang jenis ini biasanya dapat kita temui pada persimpangan lampu merah.

If you like this post, then please consider retweeting it or sharing it on Facebook.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*