Jasa Pemasangan Paku Marka Jalan

Jasa Pemasangan Paku Marka Jalan

Jasa Pemasangan Paku Marka Jalan

Jasa Pemasangan Paku Marka Jalan | Jasa Pemasangan Perlengkapan Jalan Raya

Rambu lalu lintas adalah divisi dari CV. Globalindo Teknik Mandiri yang bergerak di bidang penyediaan perlengkapan dan peralatan jalan raya, seperti Mesin Marka Jalan, Cat Termoplastik, Water Road Barrier, Delineator, Speed Bump, Paku Marka Jalan, Cermin Tikungan, Kerucut Lalu Lintas, Patok Lalu Lintas, Rambu Lalu Lintas, serta Jasa Pemasangan Paku Marka Jalan dan semua jasa perlengkapan jalan raya. Kami memasang menggunakan Mesin Bor Paku Marka Jalan dan Mesin Core Drill Aspal. Konsumen yang ingin memasang Glass Road Stud atau Biasa Disebut Paku Marka Jalan, kami menyediakan jasa pemasangan Glass Road Stud, Kami Sudah Memasang Glass Road Stud atau Paku Marka Jalan di berbagai daerah seperti, Puncak, Tol Cipali, jalan raya Tanjung Priok, Jalan Raya Situbondo Jawa Timur, dll.

Read More

Bahan Marka Prefabricated Marking

Bahan Marka Prefabricated Marking

a. Preformed Thermoplastic
1. Material terdiri atas pigmen, binder, manik – manik kaca (glass beads) dan extenders yang diaplikasikan dalam bentuk marka utuh (bentuk jadi) yang sebelumnya telah diproses oleh pabrik.Material yang telah diproses dapat berupa marka garis, Marka Lambang, dan marka lainnya serta sesuai dengan ketentuan AASHTO M-249-98.

2. Bahan marka bentuk utuh (prefabricated marking) memungkinkan instalasi marka huruf dan lambang tanpa tumpang tindih.

3. Komposisi bahan marka prefabricated, sebagai berikut :
a. Warna putih
(1) Binder berupa bahan alami ataupun resin sintetis paling sedikit 18% (delapan belas persen).
(2) Manik – manik kaca (glass beads) berkisar antara 30% (tiga puluh persen) – 40% (empat puluh persen) dengan metode pengujian menggunakan AASHTO T 250;
(3) Pigmen berupa titanium dioxide paling sedikit 10% (sepuluh persen) dengan metode pengujian menggunakan ASTM D 476;

b. Warna lainnya
(1) Binder berupa bahan alami ataupun resin sintetis paling sedikit 18% (delapan belas persen)
(2) Manik – manik kaca (glass beads_ berkisar antara 30% (tiga puluh persen) – 40 % (empat puluh persen) dengan metode pengujian menggunakan AASHTO T 250;
(3) Pigmen, calcium carbonate dan inert fillers dengan komposisi paling banyak 52% (lima puluh dua persen).

4. Bahan tidak melunak pada suhu dibawah 102,5° C(seratus dua koma lima) derajat Celcius kurang lebih 9,5° C (sembilan koma lima) derajat celcius metode pengujian menggunakan ASTM D 36 dan berat jenis maksimal 2,15 (dia koma lima belas) kilogram per liter.

5. Waktu pengeringan setelah diaplikasikan pada permukaan jalan dengan ketebalan 3 (tiga) milimeter, tidak lebih dari 10 (sepuluh) menit pada suhu udara 32° C (tiga puluh dua) derajat Celcius kurang lebih 2° C.

6. Memiliki nilai kekesatan (skid resistence) paling sedikit sebesar 45 (empat puluh lima) SRT berdasarkan ASTM 303-93:2013.

7. Bahan/material yang digunakan diproduksi oleh perusahaan yang telah memiliki sertifikat manajemen mutu paling sedikit ISO 9001:2015 dan umur bahan/material tidak lebih dari 1(satu) tahun dari tanggal produksi (tidak kadaluarsa).

8. Setiap bahan yang akan dipergunakan telah lulus uji laboratorium resmi dalam negeri atau luar negeri.

Bahan Marka Termoplastik

Bahan Marka Termoplastik
a. Material terdiri dari pigmen, binder, manik – manik kaca (glass beads) dan extenders. Diaplikasi dalam bentuk cairan yang sebelumnya diproses melalui pemanasan serta sesuai dengan ketentuan AASHTO M-249-08.

b. Untuk memantulkan cahaya perlu ditambahkan manik – manik kaca dengan ketentuan sesuai AASHTO M 247.

c. Komposisi bahan marka Thermoplastic, sebagai berikut:

1. Warna Putih
a). Binder berupa bahan alami atau resin sintetis paling sedikit 18 % (delapan belas persen);

b). Manik-manik kaca (glass beads) berkirsar antara 30% (tiga puluh persen) – 40 % (empat puluh persen) dengan metode pengujian menggunakan AASHTO T250

c). Pigmen berupa titanium dioxide paling sedikit 10%(sepuluh persen) dengan metode pengujian menggunakan 10% ASTM D 276 untuk warna putih;

d). Kombinasi calcium carbonate dan inert fillers dengan komposisi paling banyak 42% (empat puluh dua persen).

2. Warna Kuning
a). Binder berupa bahan alami atau resin sintetis paling sedikit 18 % (delapan belas persen);
b). Manik-manik kaca (glass beads) berkisar antara 30% (tiga puluh persen)- 40% (empat puluh persen) dengan metode pengujian menggunakan ASHTO T 250;
c). Komposisi pigmen, calcium carbonate dan inert fillers komposisi paling banyak 52% (lima puluh dua) persen.

d. Bahan tidak melunak pada suhu dibawah 102,5° C (seratus dua koma lima) derajat Celcius kurang lebih 9,5° C (sembilan koma lima) derajat Celcius metode pengujian menggunakan ASTM D 36 dan berat jenis maksimal 2,15 (dua koma lima belas) kilogram per liter.

e. Waktu pengeringan setelah diaplikasikan pada permukaan jalan dengan ketebalan 3 (tiga) milimeter, tidak lebih dari 10 (sepuluh) menit pada suhu udara 32° C ( tiga puluh dua) derajat Celcius kurang lebih 2° C (dua) derajat celcius.

f. Memiliki nilai kekesatan (skid resistence) paling sedikit sebesar 45 (empat puluh lima) SRT berdasarkan ASTM 303-93:2013.

g. Bahan/material yang digunakan diproduksi oleh perusahaan yang telah memiliki sertifikat manajemen mutu paling sedikit ISO 9001:2015 dan umur bahan/material tidak lebih dari 1 (satu) tahun dari tanggal produksi(tidak kadaluarsa).

h. Setiap bahan yang akan dipergunakan telah lulus uji resmi dalam negeri atau luar negeri.

Bahan Marka Coldplastic

1. Bahan Marka Coldplastic
a. Untuk Marka Garis
1). Bahan marka yang berupa Methyl Methacrylate (MMA) resin atau bahkan Poly Methyl Methacrylate (PMMA) resin yang dikombinasikan dengan agregat dan fillers menjadi bahan marka berbentuk cairan serta sesuai dengan ketentuan BS EN 1871:2000.

2). Penerapan sebagai bahan marka perlu ditambahkan katalis berupa Bonziyk Peroxide (BPO) dan bisa dalam bentuk cairan atau bubuk maksimum 150 (seratus lima puluh) gram perliter (metode pengujian menggunakan ASTM D 3690).

3). Untuk memantulkan cahaya perlu ditambahkan manik – manik kaca dengan ketentuan sesuai AASHTO M 247.

4). Memiliki nilai kekesatan (skid resistence) paling sedikit sebesar 45 (empat puluh lima) SRT berdasarkan ASTM 303-93:2013.

5). Waktu pengeringan yang dibutuhkan berkisar 7 (tujuh) menit – 15 (lima belas) menit dan paling lama 15(lima belas) menit – 20(Dua Puluh) menit untuk kering sempurna.

6.) Bahan/material yang digunakan diproduksi oleh perusahaan yang telah memiliki sertifikat manajemen mutu paling sedikit ISO 9001:2015 dan umur bahan/material tidak lebih dari 1 (satu) tahun dari tanggal produksi (tidak kadaluarsa)

7. Setiap bahan yang akan dipergunakan telah lulus uji laboratorium resmi dalam negeri atau luar negeri.

Pembagi Lajur atau Jalur

Pembagi Lajur atau Jalur

Pembagi Lajur atau Jalur adalah Marka Jalan berupa perlatan yang berfungsi untuk mengatur lalu lintas dengan jangka waktu sementara dan membantu melindungi pengendara, pejalan kaki, dan pekerja di jalan yang berpotensi tinggi menimbulkan kecelakaan.

Marka Jalan Pembagi Lajur atau Jalur menurut penggunanya bersifat sementara, berdasarkan bahannya dibagi menjadi 2 (dua) yaitu Pembagi Lajur atau jalur yang terbuat dari bahan plastik atau bahan lainnya yang diisi air (water barrier) dan Pembagi Lajur atau Jalur yang terbuat dari bahan beton yang bisa dipindahkan (concrete barrier).

1. Bentuk dan Ukuran
Ukuran Pembagi Lajur atau Jalur meliputi :
a. Panjang paling sedikit 120 (seratus dua puluh) sentimeter;
b. Lebar atas paling banyak 10 (sepuluh) sentimeter;
c. Lebar alas paling banyak 50 (lima puluh) sentimeter;
d. Tinggi paling rendah 80 (delapan puluh) sentimeter;
e. Berat kosong paling sedikit 15 (lima belas) kilogram; dan
f. Pembagi Lajur atau Jalur mempunyaipengait/konektor.

Spesifikasi Teknis
Bahan Pembagi Lajur atau Jalur meliputi:
a. Pembagi Lajur atau Jalur yang terbuat dari bahan plastik atau bahan lainnya yang diisi air (water barrier) sebagai berikut

1. Pembagi Lajur atau Jalur tersebut dari bahan plastik (High Density Polyethylene) yang memiliki sifat keras dan dapat bertahan pada temperatur tinggi 120° C (Seratus dua puluh) derajat Celcius serta tahan terhadap zat kimia.
2. Sifat bahan yang tidak mudah berubah terhadap pengaruh cuaca, tidak luntur atau tahan terhadap minyak atau sejenisnya.
3. Alas Pembagi Lajur atau Jalur tidak mudah rusak karena gesekan dengan permukaan jalan.
4. Warna yang digunakan Pembagi Lajur atau Jalur adalah warna yang menghasilkan bisibilitas maksimum orange atau jingga.
5. Pembagi Lajur atau Jalur dilengkapi dengan pemantul cahaya berwarna putih pada sisi samping yang terlihat dari dua arah lalu lintas dan berwarna kuning pada sisi atas dengan ketentuan memenuhi minimal kualifikasi ASTM D4956 Tipe IV.
6. Pemantul cahaya pada sisi atas ditambahkan jika rangkaian Pembagi Lajur atau Jalur paling sedikit 4(empat) Unit dalam satu rangkaian.Pada Kondisi rangkaian berikutnya belum memenuhi, maka pemantul cahaya sisi atas ditambahkan pada Pembagi Lajur atau Jalur yang terakhir sebagai penutup

a).Pemantul cahaya Pembagi Lajur atau Jalur pada sisi sebelah kiri (hanya dapat melakukan gerakan lalu lintas pada sisi sebelah kanan Pembagi Jalur atau Lajur)

b). Pemantul cahaya pembagi Lajur atau Jalur pada sisi sebelah kanan (hanya dapat melakukan gerakan lalu lintas pada sisi sebelah kiri Pembagi Lajur atau Jalur)

c). Pemantul cahaya Pembagi Lajur atau Jalur (hanya dapat melakukan gerakan lalu lintas pada kedua sisi)

B. Pembagi Lajur atau Jalur yang terbuat dari bahan beton yang bisa dipindahkan (concrete barrier) sebagai berikut :

1. Bahan yang digunakan untuk Pembagi Lajur atau Jalur beton bertulang dengan mutu bneton K-250 (dua ratus lima puluh).
2. Pembagi Lajur atau Jalur dilengkapi dengan pemantul cahaya berwarna putih yang terlihat dari dua arah lalu lintas dan pemantul cahaya berwarna kuning pada sisi atas dengan ketentuan memenuhi paling sedikit kualifikasi ASTM D4956 Tipe IV.
3. Pemantul cahaya pada sisi atas ditambahkan jika rangkaian Pembagi Lajur atau Jalur paling sedikit 4 (empat) unit dalam satu rangkaian.Pada kondisi rangkaian berikutnya belum memenuhi, maka pemantul cahaya sisi atas ditambahkan pada Pembagi Lajur atau Jalur yang terakhir sebagai penutup..
4. Pemantul cahaya sisi atas dengan ketentuan :
a). Pemantul cahaya Pembagi Lajur atau Jalur pada sisi sebelah kiri(hanya dapat melakukan gerakan lalu lintas pada sisi sebelah kanan Pembagi Lajur atau Jalur)
b). Pemantul cahaya Pembagi Lajur atau Jalur pada sisi sebelah kanan (hanya dapat melakukan gerakan lalu linta pada sisi sebelah kiri Pembagi lajur atau Jalur)
c). Pemantul cahaya Pembagi Lajur atau Jalur(hanya dapat melakukan gerakan lalu lintas pada kedua sisi)

5. Terdapat saluran pembuangan air pada bagian bawah Pembagi Lajur atau Jalur Beton.

Apa itu Alat Pembatas Kecepatan

Pengertian Alat Pembatas Kecepatan

Alat pembatas kecepatan adalah kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk membuat pengemudi kendaraan bermotor mengurangi kecepatan kendaraannya.

Spesifikasi Teknis Alat Pembatas Kecepatan

1. Bentuk Alat Pembatas Kecepatan

a. Bentuk penampang melintang alat pembatas kecepatan menyerupai trapezium dan bagian yang menonjol diatas badan jalan maksimum 12 cm.

b. Kedua sisi miring penampang mempunyai kelandaian yang sama maksimum 15%.

c. Lebar mendatar bagian atas penampang proporsional dengan bagian menonjol diatas badan jalan minimum 15 cm.

d. Bentuk dan ukuran alat pembatas kecepatan sebagaimana dalaam lampiran Keputusan Menteri Perhubungan

2. Bahan Alat Pembatas Kecepatan

a. Alat pembatas kecepatan dapat dibuat dengan menggunakan bahan yang sesuai dengan badan dari badan jalan, karet, atau bahan lainnya yang mempunyai pengaruh serupa.

b. Pemilihan bahan alat pembatas kecepatan harus memperhatikan keselamatan pemakain jalan.

Pemasangan

a. Alat pembatas kecepatan ditempatkan pada :
1) Jalan di lingkungan pemukiman;
2) Jalan lokal yang mempunyai akses kelas jalan IIIc.
3) Pada jalan – jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi.

b. Penempatan sebagaimana tersebut diatas dilakukan pada posisi melintang tegak lurus dengan jalur lalu lintas.

c. Lokasi dan pengulangan alat pembatas kecepatan disesuaikan dengan hasil manajemen dan rekayasa lalu lintas.

d. Penempatan alat pembatas kecepatan dapat didahului dengan pemberi tanda dan pemasangan rambu lalu lintas.

e. Pemasangan alat pembatas kecepatan pada jalr lalu lintas harus diberi tanda berupa garis serong dari cat berwarna putih.

f. Pemasangan rambu dan peringatan tanda sebagaimana butir 4 dan 5 digunakann untuk memberi peringatan kepada pengemudi kendaraan bermotor tentang adanya alat pembatas kecepatan didepannya.

 Pemeliharaan
Untuk Terjaminnya fungsi alat pembatas kecepatan di jalan guna keamanan gerakanh arus lalu lintas dan tetap jelas terlihat oleh pemakai jalan, perlu melakukan perbaikan/pengecatan sepenuhnya pada bagian yang catnya sudah pudar.